Opak Mengejar Jodoh

Jodoh itu sudah diatur dan mungkin buat kawan yang menujuh jenjang serius dalam sebuah kata ‘jodoh’ masih juga sulit mendapat jodoh mungkin kawan masih susah diatur, atau barang kali perlu lebih dekat sama yang ngatur jodoh kita.

Gue nggak bermaksud untuk memvonis atas apa yang terjadi, tapi di jaman yang sekarang serba mudah dengan teknologi yang ada, sebenarnya tidak begitu sulit untuk sekedar menambah kenalan. Tapi mungkin memang sulit untuk mencari yang pas saja.

gue juga ngomong gini bukan berarti gue udah dapet jodoh, nikah atau , ya terserah apa sebutannya, atau yang lebih dipandang umum adalah memiliki pacar. Sama sekali tidak, gue belum beristri dan juga tidak punya pacar, ini bukan masalah gue nggak serius dan sarana yang nggak mendukung tapi mungkin lebh ke factor FW yaitu face and wallet.

Inti dari postingan gue kali ini bukan masalah dapat atau tidak seorang pasangan yang pas, tapi gue akan menceritakan sebuah usaha salah seorang temen gue yang terus mencari pasangannya yang hampir keseluruhannya kandas begitu saja tanpa diawali dengan ikatan pacaran. Jadi hanya sekedar gebetan saja sudah diputusin. Miris.

Seperti cowok kebanyakan opak memulai dengan meminta no hp, mengajak ngobrol melalui sms dan melanjutkan dengan pertemuan. Cewek pertama adalah mahasiswi seangkatannya. Itu yang hanya gue tahu, belum lagi sebelumnya ketika dia smp, sma mungkin sudah banyak kisah yang perih.
Baru beberapa minggu ngobrol lewat sms, opak mengajak nonton, dan langsung dilanjutkan dengan tragedi dinner. Kenapa tragedi, karena seketika malam itu ia langsung mengungkapkan perasaannya yang gue rasa baru berbentuk toge, masih benih yang rapuh dan belum kuat. Dan sudahlan toge itu layu dan busuk, cintanya dibalas dengan penolakan.

Opak adalah orang yang optimis dengan pencapaiannya. Setelah itu opak masih memiliki rasa terhadap mantanya yang sudah setahun ia jalani dengan LDR (in terjadi setelah ditolak, ternyata opak punya mantan), gue sih nggak begitu yakin kalau yang dianggap opak pacaran sama dengan anggapan si mantan. Bias aja si mantan hanya sebatas menghargai. Dan hal itu juga kandas hanya dengan terjadinya typo yang dilakukan opak. Harunya ia mengetik ‘tau’ karena typo menjadi ‘tai’. Dan yang parahnya dia tidak membaca ulang pesan tersebut. Dan akhir dari segalanya adalah putus hubungan. Ya.. padahal bandung Jakarta itu deket, beginilah halnya LDR typo itu bak pisau makan sang tuan.

Haru berganti dan musim diindonesia juga berubah ubah dari musim hujan menjadi panas dan datanglah musim begal dan batu akik. Sang opak pengejar cinta tetap dalam penolakan yang tak kunjung berhenti. Kali ini lebih aneh.

Opak yang pedekatean dengan seorang cewek, awalnya si cewek ngereespon dan ya seperti yang sebelum-belumnya opak menyatakan cinta kembali pada orang yang entah keberapa dalam hidupnya. Dan tahukah kawan cewek memang susah dimengerti apa yang ada didalam pikirannya. Sang cewek tidak langsung menyaakan apa perasaannya, dia hanya mengatakan nanti, jalani dulu aku belum bias menjawab sekarang (bilang aja lo mau gantungi temen gue).

Dimasa-masa penggantungan harapan cewek itu mulai dirasa menjauh dan menghindar, bahkan si cewek sempat mengatakan bahwa ia tidak ingin bertemu dengan opak. sehingga si opak berpindah hati temen dari si cewek tersebut. Nah kalau begini gua nggak tahu siapa yang bego.  Dan lebih begonia gebetan opak yang baru mencoba membuat pertemuan bertiga tanpa di ketahui oleh si gebetan sebelumnya. Terjadilah obrolan panjang yang aneh dengan akhir kata-kata sigebetan sebelumnya ‘dasar cowok nggak peka’. Dan ditambah kepergian si gebetan yang baru. Semua pergi begitu saja. Ya mungkin begitulah cinta cepat datangnya namun akan juga cepat perginya.

Belum juga berahkir dari pergulatan pencarian cinanya. Kali ini opak menggunakan aku sebagai pencari daa cewek gebetannya. Dia adalah mahasiswa baru dijurusan rekam medis, yang gue lupa namanya, bahkan gue bias dapetin alamat rumahnya lengkap ples no hp bonyoknya. Itu gue lakukan dengan pertaruhan kehormatan sebagai seorang jomblo sejati.

Dan hasil kerja keras gue sama sekali tidak membuahkan hasil apa-apa. Ketika gue taya opak, opak hanya mengatakan bahwa gebetan itu belum mau pacaran. Its ok ia mengatakan dengan bangga, tapi gue katakana ke opak adalah dia tidak mau pacaran kalau sama elo. Belum selesi gue ngomong itu gue disiram air. Kaburrr.

Setelah beberapa bulan itu, gue kira si raja opak berhenti dengan pencariannya dengan memfokuskan menjalani belajarnya. Tapi ternyata tidak dia datang dengan hal yang gue tidak paham, yaitu dia membawa jejaring social pencari jodoh, edan dalam hati gue.

Dia menjelaskan dengan sangat telitih tentang apa-apa yang harus diisi untuk mendapatkan seseorang kenalan yang cocok dengan kita. Dan begitu banyaknya list cewek yang setipe dengannya. Tapi gue masih nggak yakin kalau dari sebegitu banyak mau dengannya.

Tapi anggapan ku salah, mungkin si opak sudah belajar dari pengalamanya yang pahit itu. Dia memiliki dengan dua cewek sekaligus, dan dia sangat yakin dengan mengatakan ke gue ingin menyeleksinya menjadi satu diantara dua.  Seketika kegantengannya bertambah.

Dan samapi gue posting ini kisah opak belum berakhir, masih menjalani proses yang mungkin akan panjang.

Mungkin kata-kata bahwa cinta yang datang dengan cepat akan pergi dengan cepat. Mungkin opak akan menjalaninya dengan hati-hati dan hati yang mantap. Tidak menyepelehkan cinta yang sesungguhnya. Atau cinta yang dia maksut adalah hal yang hanya sekedar anggan yang datang ketika kesendirian menyerang. Cinta itu tidak benar-benar terpatri didirinya.

Mungkin opak lebih mempasrahkan segalanya ke PENGATUR jodoh yanG sesungguhnya



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Diagram Use Case Dan Use Case Description

Beberapa Website Keren Yang bisa Bikin Kita Cerdas

Apa itu SKPL Dan Kebutuhan Perangkat Lunak ?