Mega dan Jodohnya



Namanya Mega, bukan Mega Wati, juga bukan politisi. Dia cuma kucing yang mengais rejeki di kostan kami. 

Nama itu saya sematkan karena tepat dikeningnya ada corak berbentuk M, karena bingung, dan saya pikir dia adalah perempuan, karena sejak kecil hingga dewasa kencingnya jongkok. Sudah saja saya beri nama Mega Meong yang artinya Kucing dari Awan. 

Tidak tahu anak keberapa, tapi ia 4 bersaudara dari satu induk kucing yang namanya Ndut. Mereka adalah Panda, Lion, Belatri, dan Mega Meong. 

Berbeda dengan saudaranya yang sudah memituskan untuk merantau karena jatah makan sudah direbit adik-adik mereka, Mega tetap setia di kostan. 

Umurnya sudah berajak lebih  setahun, badanya sudah mengalahkan ibunya, besar, gemuk, dan garang. Namun tahukah kau kawan, jika melihat tubuhnya, sungguh tidak sama dengan mentalnya yang penakut. 

Sangat takut dengan mobil kebersihan, takut jalan-jalan, dan yang mengenaskan takut untuk mencari pasangan hidup atau sekedar mendekati.

Saya kira ia sudah mubalik jika dilihat dari umurnya yang sudah lebih satu tahun. Apa lagi tititnya yang sudah memungkinkan untuk difungsikan sesuai kegunaannya, ya walaupun belum disunat sih. 

Suatu ketika ia pernah didekati dengan kucing wanita yang entah dari mana, tapi bukanya respek, ia hanya seolah menganggab bahwa kucing itu teman mainya. Padahal jika dilihat gerak geriknya kucing itu mengharapkan cinta balasan dari Mega. 

Namun apa daya, cinta tak terbalas, kucing putih belang abu itu pergi dan tidak kembali. *php

Ada lejadian lain yang sempat membuat saya shock saat itu. Yaitu mega didekati dengan kucing laki-laki. Ah, apakah benar tebakan saya, bahwa Mega ada kelainan. 

Namun, hal itu juga tidak berlangsung lama, sebab tak lama kucing jantan itu pergi dan tidak kembali lagi. 

Sampai saat ini Mega tetap sendiri, adik-adiknya sudah pergi menyusul saudaranya. Ia hanya sesekali bermain dengan kucing jenis scotis kecil dikostan yang namanya setiap hari berganti-ganti. 

Saya tidak bisa benar-benar menyimpulkan apa yang sedang dorasakan Mega tentang sebuah hubungan. 

Mungkin dia menunggu tulang rusuknya, mungkin ia takut. Takut dengan perubaham yang membanyanya kehidupan baru jika ia sudah memutuskan untuk hidup berdua dengan kucing lain yang belum ia kenal sama sekali. 

Mungkin lebih baik ia hidup bersama sahabat-sahabatnya, bermain, saling cakar, ledek-ledekan. 

Mengambil keputusan untuk berubah, merubah kehidupan sebelumnya yang sangat nyaman memang berat, tapi bukankah semua orang, termasuk kucing harus berubah, berubah jadi lebih baik. 

Atau ia memang sengaja untuk itu, sengaja tidak mencari jodoh sebelum kedua majikanya menemukan jodohnya. 

Jika benar itu sebuah perinsipnya harusnya tidak perlu ia pegang. Sebab setiap orang punya prinsip hidupnya masing-masing. 

Termasuk saya dalam memutuskan untuk sendiri atau berdua nantinya bersama orang yang menjadi jodoh saya. Sebab seberapa banyak pertanyaan 'kapan nikah' tidak akan pernah merubah sebuah takdir. 

Mega Meong, cepatlah kau cari pasanganmu agar tak kesepian hidupmu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Diagram Use Case Dan Use Case Description

Apa itu SKPL Dan Kebutuhan Perangkat Lunak ?

Program C++ (mengurutkan abjad Z -A)